Friday, 24 May 2013
Tuesday, 21 May 2013
SEKILAS SEJARAH IAID
Institut
Agama Islam Darussalam (IAID) adalah perguruan tinggi agama Islam yang
menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pomdok Pesantren darussalam. Pendidikan Tinggi islam yang lahir pada tanggal 1 juni 1970 ini sejak lama dipercaya pemerintah dan masyarakat untuk mendidik calaon-calon sarjana, ulama, yang memiliki visi keislaman, keilmuan, kebangsaan dan kemasyarakatan.
menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pomdok Pesantren darussalam. Pendidikan Tinggi islam yang lahir pada tanggal 1 juni 1970 ini sejak lama dipercaya pemerintah dan masyarakat untuk mendidik calaon-calon sarjana, ulama, yang memiliki visi keislaman, keilmuan, kebangsaan dan kemasyarakatan.
Kepercayaan
itu dibuktikan dengan jumlah ribuan alumni yang tersebar diseluruh pelosok
nusantara dalam berbagai peran dan kedudukan.
Pada
Awal bedirinya, IAID hanya memiliki satu
Fakultas, yaitu fakultas Syari’ah. Yang kemudian melalui usaha keras, saat ini
telah ada dua Fakultas dan satu program, yaitu fakultas syariah (program Studi
Ahwal Al-syakhshiyyah), fakulatas tarbiyah (program studi PAI dan PGMI), dan
program pascasarjana/s2 (program pendidikan islam).
Fakulatas
Ushuludin Jurusan dakwah pernah juga didirikan, tetapi kemudian dirubah menjadi
Fakultas Dakwah jurusan Komunikasi dan penyiaran Islam sesuai dengan tuntutan
dan perkembanagn yang ada. Program DIPLOMA PGSD/PGMI pernah ada tetapi kemudian
ditingkatakan statusnya dari program Diploma Menjadi program Strata satu.
Tuesday, 7 May 2013
MAKALAH Konsep Dasar Metode dan Teknik Pembelajaran
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Istilah strategi sering digunakan dalam banyak konteks
dengan makna yang tidak selalu sama. Strategi secara etimologis berasal dari
bahasa Yunani yaitu Strategos yang berarti panglima atau jenderal, ilmu
kejenderalan, ilmu kepanglimaan. Strategi dalam dunia pendidikan dapat
diartikan sebagai suatu seni dan ilmu untuk membawakan pengajaran di depan
kelas sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai
secara efektif dan efisien (Gulo, 2002 : 1). Istilah pembelajaran muncul secara
bertahap dan perkembangannya itu disebabkan karena perhatian terhadap anak
didik dalam usaha pendidikan dan pengajaran.
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan
yang berisi tentang serangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan
tertentu. Kemp (1995) menyebutkan strategi pembelajaran sebagai suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien. Sedangkan Dick dan Carey (1985)
menyebutkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu set materi dan prosedur
pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar
pada siswa (Sanjaya, 2006, 1924).
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian metode teknik pembelajaran ?
2.
Bagaimana
klasifikasi metode teknik pembelajaran ?
3.
Bagaimana
faktor-faktor dalam menentukan metode pembelajaran ?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui pengertian metode teknik pembelajaran.
2.
Untuk
mengetahui klasifikasi metode teknik pembelajaran.
3.
Untuk
mengetahui faktor-faktor dalam menentukan metode pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Metode Teknik Pembelajaran
Metode
memiliki peran yang sangat strategis dalam mengajar. Metode berperan sebagai rambu-rambu
atau “bagaimana memproses” pembelajaran sehingga dapat berjalan baik dan
sistematis. Bahkan dapat dikatakan proses pembelajaran tidak dapat berlangsung
tanpa suatu metode. Karena itu, setiap guru dituntut menguasai berbagai metode
dalam rangka memproses pembelajaran efektif, efesien, menyenangkan dan tercapai
tujuan pembelajaran yang ditargetkan. Secara implementatif metode pembelajaran
dilaksanakan sebagai teknik, yaitu pelaksanakan apa yang sesungguhnya terjadi
(dilakukan guru) untuk mencapai tujuan.
Metode
secara harfiah berarti “cara”. Secara umum, metode diartikan sebagai suatu cara
atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pendapat lain
juga dijelaskan bahwa metode adalah cara atau prosedur yang dipergunakan oleh
fasilitator dalam interaksi belajar dengan memperhatikan keseluruhan sistem
untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan kata “mengajar” sendiri berarti memberi
pelajaran (Fathurrohman dan Sutikno, 2007; 55).
Berdasarkan
pandangan di atas dapat dipahami bahwa metode mengajar merupakan cara-cara
menyajikan bahan pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Metode itu sendiri merupakan salah satu sub system dalam
sistem pembelajaran, yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Oleh karena itu,
salah satu masalah yang sangat memerlukan perhatian dalam kegiatan pembelajaran
adalah metode pembelajaran (learning method). Pada awalnya metode ini kurang
mendapatkan perhatian, karena orang berpandangan bahwa pembelajaran itu
merupakan suatu kegiatan yang sifatnya praktis. Jadi tidak diperlukan
pengetahuan (teori) yang ada sangkut pautnya dengan pembelajaran. Orang merasa
sudah mampu mengajar dan menjadi pendidik atau fasilitator kalau sudah
menguasai materi yang akan disampaikan. Pandangan ini tidaklah benar.
Fasilitator perlu pula mempelajari pengetahuan yang ada kaitannya dengan
kegiatan pembelajaran, khususnya metode pembelajaran, yang berguna untuk
“bagaimana memproses” terjadinya interaksi belajar. Jadi metode digunakan oleh
guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan mengkhususkan aktivitas di mana
guru dan peserta didik terlibat selama proses pembelajaran berlangsung.
Metode
pembelajaran dalam implementasinya memiliki prosedur atau fase-fase tertentu.
Secara garis besar dalam satu proses interaksi belajar, metode pembelajaran
dikelompokkan menjadi empat fase utama, yaitu fase pendahuluan, fase
pembahasan, fase menghasilkan dan fase penurunan.
·
Fase
pendahuluan; dimaksudkan untuk menyusun dan mempersiapkan mental set yang
menguntungkan, menyenangkan guna pembahasan materi pembelajaran. Dalam fase ini
fasilitator dapat melakukan kaji ulang (review) terhadap pembahasan sebelumnnya
dan menghubungkan dengan pembahasan berikutnya.
·
Fase pembahasan dimaksudkan untuk melakukan
kajian, pembahasan dan penelahaan terhadap materi pembelajaran. Dalam fase ini,
peserta didik mulai dikonsentasikan perhatiannya kepada pokok materi
pembahasan. Dalam fase ini perlu dicari metode yang cocok dengan tujuan, sifat
materi, latar belakang peserta didik dan guru.
·
Fase menghasilkan tahap penarikan kesimpulan
bedasarkan dari seluruh hasil pembahasan yang berdasarkan pengalaman dan teori
yang mendukungnya.
·
Fase penurunan dimaksudkan untuk menentukan
konsentrasi peserta didik secara berangsur-angsur. Ketegangan perhatian peserta
didik terhadap materi pembelajaran perlu secara bertahap diturunkan untuk
memberi isyarat bahwa proses pembelajaran akan berakhir.
Secara
implementatif metode pembelajaran dilaksanakan sebagai teknik pembelajaran.
Secara utuh bila dirangkai dari filosofinya rangkaian itu adalah dari
pendekatan, model, stategi, metode, dan teknik pembelajaran. Pendekatan adalah
pola/cara berpikir atau dasar pandangan terhadap sesuatu. Model merupakan
orientasi filosofi dari pembelajaran. Pendekatan dan model terdapat sejumlah
strategi yang dapat digunakan. Sedangkan strategi adalah pola umum perbuatan
guru-peserta didik di dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. Strategi ini
memuat beberapa metode. Metode adalah alat untuk mencapai tujuan yang bersifat
prosedural (fase pendahuluan, fase pembahasan, fase menghasilkan dan fase
penurunan ), sedangkan teknik merupakan pelaksanakan apa yang sesungguhnya
terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai tujuan yang bersifat implementatif.
Istilah lain dari teknik pembelajaran adalah keterampilan pembelajaran. Keterampilan
merupakan perilaku pembelajaran yang paling spesifik. Keterampilan meliputi
keterampilan/teknik menjelaskan, demonstrasi, bertanya, dan masih banyak lagi.
·
Keterampilan/teknik menjelaskan
Penjelasan
perlu diberikan untuk membantu peserta didik mencapai atau mendalami pemahaman
konsep, serta memahami generalisasi. Untuk tujuan ini guru perlu memilih konsep
dan definisi yang cocok begitu pula dengan contoh dan yang bukan contoh.
Penjelasan hendaknya dapat menunjukkan: hubungan sebab akibat,kejadian yang
diatur oleh suatu keteraturan dan hukum, prosedur atau proses, tujuan suatu
kegiatan atau proses.
·
Keterampilan/teknik
demonstrasi
Seringkali
peserta didik belajar dari apa yang dilakukan oleh orang lain. Sebuah
demonstrasi dapat menentukan hubungan antara kengetahui sesuatu dengan dapat melakukan
sesuatu. Riset menunjukkan bahwa demonstrasi efektif jika tepat, peserta didik
dapat mengamati dengan baik dan memahami apa yang sedang terjadi dan jika
penjelasan dan diskusi dilakukan ketika demonstrasi sedang berlangsung.
·
Keterampilan bertanya
Diantara
keterampilan pembelajaran, bertanya merupakan keterampilan utama dalam
pembelajaran. Pertanyaan baik digunakan jika: partisipasi peserta didik menjadi
tinggi apabila pertanyaan diajukan, terjadi campuran antara level kognitif
tinggi dan rendah, pemahaman pemahaman semakin meningkat, pemikiran peserta
didik terangsang, balikan dan penguatan terjadi, kemampuan berfikir kritis
demakin tajam, kreativitas peserta didik didorong.
Biasanya metode
digunakan melalui salah satu strategi, tetapi juga tidak tertutup kemungkinan
beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi, artinya penetapan metode
dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang
akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.
Sebagai contoh, guru mungkin memberikan informasi melalui metode ceramah (dari
strategi pembelajaran langsung) sementara mereka juga menggunakan metode
interpretive untuk meminta peserta menentukan informasi yang signifikan dari
informasi yang dipresentasikan (dari strategi pembelajaran tak langsung).
B.
Klasifikasi Metode Pembelajaran
Metode
bukan merupakan tujuan, melainkan cara untuk mencapai tujuan sebaik-baiknya.
Untuk itu tidak mungkin membicarakan metode tanpa mengetahui tujuan yang hendak
dicapai. Jadi berhasil tidaknya tujuan yang akan dicapai bergantung pada
penggunaan metode yang tepat. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa sebenarnya tidak
ada metode mengajar yang paling baik atau buruk. Yang ada adalah guru yang
cakap dengan tidak cakap dalam memilih dan mempergunakan metode dalam
pembelajaran.
Klasifikasi
metode pembelajaran, hanya untuk memudahkan guru dalam memilih metode sesuai dengan
strategi yang akan dipilih. Untuk itu klasifikasi disini didasarkan pada
strategi pembelajaran.
Klasifikasi metode pembelajaran
diantaranya :
1.
Startegi pembelajaran langsung
Strategi
pembelajaran langsung sangat diarahkan oleh guru. Metode yang cocok antara
lain: ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan latihan.
2.
Strategi pembelajaran tidak
langsung
Sering disebut
inkuiri, induktif, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan penemuan.
Strategi ini berpusat pada peserta didik. Metode yang cocok digunakan antara
lain: inkuiri, studi kasus, pemecahan masalah, peta konsep.
3.
Strategi pembelajaran interaktif
Menekankan pada
diskusi dan sharing di antara peserta didik, maka metode yang cocok antara
lain: diskusi kelas, diskusi kelompok kecil atau projek, kerja berpasangan.
4.
Strategi pembelajaran mandiri
Merupakan
strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membangun inisiatif individu,
kemandirian, dan peningkatan diri. Bisa dilakukan dengan teman atau sebagai
bagian dari kelompok kecil. Memberikan kesempatan peserta didik untuk
bertanggung jawab dalam merencanakan dan memacu belajarnya sendiri. Dapat
dilaksanakan sebagai rangkaian dari metode lain atau sebagai strategi
pembelajaran tunggal untuk keseluruhan unit. Metode yang cocok antara lain:
pekerjaan rumah, karya tulis, projek penelitian, belajar berbasisi komputer,
E-learning.
5.
Belajar melalui pengalaman
Berorientasi
pada kegiatan induktif, berpusat pada peserta didik dan berbasis aktivitas.
Refleksi pribadi tentang pengalaman dan formulasi perencanaan menuju penerapan
pada konteks yang lain merupakan faktor kritis dalam pembelajaran empirik yang
efektif. Metode yang cocok antara lain: bermain peran, observasi/survey,
simulasi.
C.
Faktor-faktor Dalam Menentukan
Metode Pembelajaran
Faktor-faktor
yang perlu di perhatikan dalam menentukan metode pembelajaran, antara lain:
1.
Tujuan pembelajaran
2.
Kemampuan guru
3.
Kemampuan peserta didik
4.
Jumlah peserta didik
5.
Jenis materi
6.
Waktu
7.
Fasilitas yang ada.
Dalam memilih metode juga seorang
guru harus memegang prinsip-prinsip antara lain:
1.
Efektif dan efisien
2.
Digunakan secara bervariasi.
3.
Digunakan dengan memadukan
beberapa metode.
Efektif dan
efisien harus selalu dipikirkan dalam penggunaan metode karena untuk supaya
tidak terjadi pemborosan waktu maupun biaya dalam pembelajaran. Sedangkan
variasi dan pemaduan penggunaan sangat menguntungkan karena untuk megurangi
kebosanan, dan memudahkan peserta didik dalam mencapai dalam tujuan
pembelajaran. Karena masing-masing metode mempunyai kelebihan dan
kekurangannya.
Perlu diketahui juga bahwa di
dalam memandang keunggulan dan kelemahan metode perlu juga dipikirkan tentang
prinsip-prinsip belajar, antara lain:
1. Prinsip motivasi.
2. Prinsip-prinsip keaktifan.
3. Prinsip umpan balik dan penguatan.
4. Prinsip kecepatan belajar.
Motivasi adalah
pendorong tingkah laku peserta didik ke arah tujuan tertentu. Kaitannya dengan
metode, maka guru diharapkan menggunakan metode yang dapat menarik peserta
didik, sehingga peserta didk berminat untuk belajar, ingin kerja keras, dan
berusaha menyelesaikan tugas hingga selesai. Hal ini juga dapat dilakukan guru
dengan menggunakan variasi metode untuk mengurangi kebosanan peserta didik.
Karena kebosanan akan mengurangi minat peserta didik untuk belajar.
Keaktifan dapat
didorong dengan dengan mengaitkan pengalaman peserta didik dengan pengetahuan
yang baru. Untuk itu seorang guru harus dapat memilih metode yang dapat
mangaktifkan proses berpikir peserta didik dengan menghubungkan pengalaman lama
mereka dengan pengetahuan yang baru diajarkan. Keaktifan peserta didik akan
menurun bila tidak mendapatkan umpan balik, sehingga memberikan penguatan atas
upaya yang dilakukan peserta didik.
Dipandang dari kecepatan belajar, peserta didik dapat dibedakan menjadi peserta didik yang cepat belajar, dan peserta didik lambat belajar. Dengan adanya perbedaan peserta didik ini guru harus pandai-pandai memilih metode supaya tidak menimbulkan frustasi bagi peserta didik.
Dipandang dari kecepatan belajar, peserta didik dapat dibedakan menjadi peserta didik yang cepat belajar, dan peserta didik lambat belajar. Dengan adanya perbedaan peserta didik ini guru harus pandai-pandai memilih metode supaya tidak menimbulkan frustasi bagi peserta didik.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Metode adalah alat atau cara untuk mencapai tujuan yang bersifat prosedural
(fase pendahuluan, fase pembahasan, fase menghasilkan dan fase penurunan ).
Teknik pembelajaran merupakan pelaksanakan apa yang sesungguhnya
terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai tujuan yang bersifat implementatif.
Istilah lain dari teknik pembelajaran adalah keterampilan
pembelajaran Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang paling spesifik.
Keterampilan meliputi keterampilan/teknik menjelaskan, demonstrasi, bertanya,
dan masih banyak lagi.
Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi, tetapi juga
tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang
bervariasi, artinya penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang
berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan
dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.
Klasifikasi metode pembelajaran
·
Startegi
pembelajaran langsung: ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan latihan.
·
Strategi
pembelajaran tidak langsung: inkuiri, studi kasus, pemecahan masalah, peta
konsep.
·
Pembelajaran
interaktif: diskusi kelas, diskusi kelompok kecil atau projek, kerja
berpasangan.
·
Pembelajaran
mandiri: pekerjaan rumah, karya tulis, projek penelitian, belajar berbasisi
komputer, E-learning.
·
Belajar melalui pengalaman:
bermain peran, observasi/survey, simulasi.
Faktor-faktor yang perlu di perhatikan dalam menentukan metode
pembelajaran, antara lain:
·
tujuan
pembelajaran
·
kemampuan
guru
·
kemampuan
peserta didik
·
jumlah
peserta didik
·
jenis
materi
·
waktu
·
fasilitas
yang ada
Prinsip-prinsip penggunaan metode antara lain: efektif dan efisien,
digunakan secara bervariasi, digunakan dengan memadukan beberapa metode.
DAFTAR PUSTAKA
Syarief, Ahmad, 2002. Ilmu Mendidik dan Metode Pengajaran, Bandung
. PT. Grapindo.
Subscribe to:
Posts (Atom)